Investasi adalah suatu istilah dalam penanaman modal yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dimasa yang akan datang. Seseorang memilih untuk berinvestasi karena dengan investasi kita dapat memperoleh keuntungan yang cukup besar dalam jangka waktu beberapa bulan atau tahun. Berdasarkan teori ekonomi, investasi berarti pembelian (dan produksi) dari modal barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang.
Investasi dapat berupa :
- Emas
- Tanah
- Pendidikan
- Saham, dsb.
Semakin meningkatnya populasi kehidupan manusia, tanah diharapkan dapat terus meningkat harganya. Maka dari itu tanah adalah sebagai salah satu investasi terbaik yang dapat dipilih selain emas, pendidikan serta saham.
Emas juga merupakan salah satu investasi yang sangat menguntungkan karena harga nilai jual emas terus meningkat. Dalam jangka waktu 10 tahun, harga emas melonjak naik berkali-kali lipat dari harga aslinya dulu. Tetapi bukan berarti terus meningkat tanpa mengalami pasang surut. Harga emas pun dapat sewaktu-waktu turun dari harga aslinya. Tetapi ini biasanya hanya berlangsung sementara. Pada umumnya harga jual emas selalu meningkat. Begitu pula dengan emas batangan.
Mencari keuntungan dengan cara berinvestasi seperti ini tidaklah menutup kemungkinan terjadinya kerugian pada investor. Modal atau barang yang di jadikan investasi dapat pula hilang ataupun rusak yang dikarenakan beberapa faktor, diantaranya faktor bencana alam maupun faktor manusia.
Tetapi kerugian seperti itu merupakan resiko dari investasi yang kita lakukan. Buktinya dengan beberapa faktor kerugian dan resiko yang mungkin saja di alami, para investor pun tetap meningkatkan investasinya dengan maksud agar keuntungan yang diperolehnya jika investasi tersebut berhasil dapat membuahkan keuntungan yang sangat besar di masa yang akan datang.
Referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Investasi
Minggu, 17 April 2011
Pengangguran
Pengangguran adalah orang yang tidak memiliki pekerjaan layaknya orang-orang lain yang memiliki pekerjaan. Pengangguran juga dapat di istilahkan sebagai orang yang tidak memiliki pekerjaan tetapi sedang mencari pekerjaan. Pengangguran biasanya terjadi akibat minimnya lahan pekerjaan yang tidak sebanding dengan tingkat pencari kerja yang begitu banyak. Oleh sebab itu tingkat pengangguran tiap tahun selalu meningkat.
Kemiskinan merupakan salah satu dampak dari banyaknya pengangguran di setiap Negara. Dengan tanpa pendapatan tetap, para pengangguran terpaksa hidup dgn pengeluaran yang minim untuk menghidupi diri sendiri maupun keluarga yang ditanggungnya. Hal ini menyebabkan kualitas hidup yang tidak sejahtera atau kualitas hidup yang kurang makmur, sehingga terjadi permasalahan ekonomi yang cukup serius.
Karena begitu banyaknya tingkat pengangguran, maka sangatlah berpengaruh terhadap Perekonomian suatu Negara. Pengangguran mengakibatkan terciptanya kehidupan yang jauh dari kemakmuran. Sehingga membuat mereka para pengangguran banyak yang memilih jalan untuk tetap hidup lewat mengamen maupun mengemis dijalanan. Hal inilah yang menjadikan tingkat kemiskinan di suatu Negara semakin meningkat tiap tahunnya.
Pengangguran bukan hanya di alami oleh orang yang berlatar belakang tamatan SD, SMP ataupun SMA. Sarjana pun banyak yang menjadi pengangguran akibat kualitas kerja yang buruk maupun sempitnya lapangan pekerjaan yang tidak mampu menampung banyaknya angkatan kerja di tiap-tiap Negara. Berikut adalah jenis dan macam pengangguran, diantaranya :
- Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment
Pengangguran Friksional adalah Pengangguran yang bersifat sementara yang disebabkan oleh adanya kendala waktu maupun informasi antara pelamar dan pemberi lowongan.
- Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment
Pengangguran Musiman adalah pengangguran yang menganggur akibat fluktuasi kegiatan ekonomi jangka pendek.
- Pengangguran Siklikal
Pengangguran Siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turunnya siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.
Referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Pengangguran
Kemiskinan merupakan salah satu dampak dari banyaknya pengangguran di setiap Negara. Dengan tanpa pendapatan tetap, para pengangguran terpaksa hidup dgn pengeluaran yang minim untuk menghidupi diri sendiri maupun keluarga yang ditanggungnya. Hal ini menyebabkan kualitas hidup yang tidak sejahtera atau kualitas hidup yang kurang makmur, sehingga terjadi permasalahan ekonomi yang cukup serius.
Karena begitu banyaknya tingkat pengangguran, maka sangatlah berpengaruh terhadap Perekonomian suatu Negara. Pengangguran mengakibatkan terciptanya kehidupan yang jauh dari kemakmuran. Sehingga membuat mereka para pengangguran banyak yang memilih jalan untuk tetap hidup lewat mengamen maupun mengemis dijalanan. Hal inilah yang menjadikan tingkat kemiskinan di suatu Negara semakin meningkat tiap tahunnya.
Pengangguran bukan hanya di alami oleh orang yang berlatar belakang tamatan SD, SMP ataupun SMA. Sarjana pun banyak yang menjadi pengangguran akibat kualitas kerja yang buruk maupun sempitnya lapangan pekerjaan yang tidak mampu menampung banyaknya angkatan kerja di tiap-tiap Negara. Berikut adalah jenis dan macam pengangguran, diantaranya :
- Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment
Pengangguran Friksional adalah Pengangguran yang bersifat sementara yang disebabkan oleh adanya kendala waktu maupun informasi antara pelamar dan pemberi lowongan.
- Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment
Pengangguran Musiman adalah pengangguran yang menganggur akibat fluktuasi kegiatan ekonomi jangka pendek.
- Pengangguran Siklikal
Pengangguran Siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turunnya siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.
Referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Pengangguran
Kamis, 14 April 2011
Keadaan Geografis Indonesia
Indonesia merupakan salah satu Negara di Asia Tenggara. Indonesia berada di antara benua Asia dan Australia, serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia terletak di antara 6º LU – 11º LS dan 95º BT - 141º BT. Indonesia adalah Negara yang kaya akan keindahan alamnya. Indonesia terbagi atas tiga wilayah geografis utama, yaitu Kepulauan Sunda Besar, Kepulauan Sunda Kecil, dan Kepulauan Maluku (Irian pun termasuk ke dalamnya). Indonesia terdiri dari 5 pulau besar, yaitu : Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Irian Jaya.
Pulau Jawa sendiri adalah pulau terpadat penduduknya dibandingkan dengan pulau-pulau lainnya yang ada di Indonesia. Pulau ini melintang dari Barat ke Timur, berada di belahan bumi selatan. Pulau Jawa terbagi atas 6 provinsi, yaitu DKI Jakarta, Banten, DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta), Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Pulau Sumatra berdasarkan luas merupakan Pulau terbesar keenam di dunia. Pulau Sumatra membujur dari barat laut ke arah tenggara dan melintasi garis khatulistiwa. Pulau Sumatra terdiri atas 8 provinsi, yaitu Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jambi, Riau, Bengkulu, Sumatra Selatan dan Lampung dan 2 provinsi lain yang merupakan pecahan dari provinsi induk di pulau Sumatra yaitu Riau Kepulauan dan Kepulauan Bangka Belitung. Di Pulau ini terdapat danau Toba yang merupakan danau terbesar di Indonesia.
Pulau Kalimantan merupakan Pulau yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia dan Brunei. Kalimantan adalah Pulau terbesar ketiga di dunia. Pada bagian barat pulau Kalimantan dibatasi oleh Laut China Selatan dan Selat Karimata, di bagian timur dipisahkan dengan Pulau Sulawesi oleh Selat Makasar. Kalimantan terbagi atas 4 provinsi, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Dan di Pulau ini terdapat sungai Kapuas yang merupakan sungai terpanjang di Indonesia.
Pulau Sulawesi terbagi atas 6 provinsi, yaitu Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo dan Sulawesi Selatan. Pulau Sulawesi merupakan habitat banyak satwa langka dan satwa khas Sulawesi, di antaranya Anoa, Babi Rusa dan Tarsius.
Pulau Irian Jaya memiliki gunung yang tertinggi, yaitu Puncak Jaya setinggi 5.030 meter di atas permukaan laut. Pulau Irian juga merupakan pulau dengan kepadatan penduduk yang paling jarang di Indonesia.
Indonesia adalah Negara yang kaya akan keindahan alamnya. Indonesia terbagi atas tiga wilayah geografis utama, yaitu Kepulauan Sunda Besar, Kepulauan Sunda Kecil, dan Kepulauan Maluku (Irian pun termasuk ke dalamnya).
Indonesia mempunyai iklim tropik basah. Ada 2 musim di Indonesia yaitu musim hujan dan musim kemarau.
Referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Geografi_Indonesia
Pulau Jawa sendiri adalah pulau terpadat penduduknya dibandingkan dengan pulau-pulau lainnya yang ada di Indonesia. Pulau ini melintang dari Barat ke Timur, berada di belahan bumi selatan. Pulau Jawa terbagi atas 6 provinsi, yaitu DKI Jakarta, Banten, DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta), Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Pulau Sumatra berdasarkan luas merupakan Pulau terbesar keenam di dunia. Pulau Sumatra membujur dari barat laut ke arah tenggara dan melintasi garis khatulistiwa. Pulau Sumatra terdiri atas 8 provinsi, yaitu Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jambi, Riau, Bengkulu, Sumatra Selatan dan Lampung dan 2 provinsi lain yang merupakan pecahan dari provinsi induk di pulau Sumatra yaitu Riau Kepulauan dan Kepulauan Bangka Belitung. Di Pulau ini terdapat danau Toba yang merupakan danau terbesar di Indonesia.
Pulau Kalimantan merupakan Pulau yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia dan Brunei. Kalimantan adalah Pulau terbesar ketiga di dunia. Pada bagian barat pulau Kalimantan dibatasi oleh Laut China Selatan dan Selat Karimata, di bagian timur dipisahkan dengan Pulau Sulawesi oleh Selat Makasar. Kalimantan terbagi atas 4 provinsi, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Dan di Pulau ini terdapat sungai Kapuas yang merupakan sungai terpanjang di Indonesia.
Pulau Sulawesi terbagi atas 6 provinsi, yaitu Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo dan Sulawesi Selatan. Pulau Sulawesi merupakan habitat banyak satwa langka dan satwa khas Sulawesi, di antaranya Anoa, Babi Rusa dan Tarsius.
Pulau Irian Jaya memiliki gunung yang tertinggi, yaitu Puncak Jaya setinggi 5.030 meter di atas permukaan laut. Pulau Irian juga merupakan pulau dengan kepadatan penduduk yang paling jarang di Indonesia.
Indonesia adalah Negara yang kaya akan keindahan alamnya. Indonesia terbagi atas tiga wilayah geografis utama, yaitu Kepulauan Sunda Besar, Kepulauan Sunda Kecil, dan Kepulauan Maluku (Irian pun termasuk ke dalamnya).
Indonesia mempunyai iklim tropik basah. Ada 2 musim di Indonesia yaitu musim hujan dan musim kemarau.
Referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Geografi_Indonesia
Rabu, 06 April 2011
Para Pelaku Ekonomi
Pelaku Ekonomi adalah pihak yang melakukan kegiatan ekonomi. Pelaku ekonomi sangatlah banyak. Bahkan hampir semua masyarakat adalah pelaku ekonomi. Dan pihak yang termasuk ke dalam pelaku ekonomi adalah :
- Konsumen : Pihak yang menggunakan atau mengkonsumsi suatu barang atau jasa
- Produsen : Pihak yang memproduksi barang atau jasa
- Distributor : Pedagang yang membeli atau mendapatkan produk barang dagangan dari tangan pertama atau produsen secara langsung, dan lain sebagainya.
Kegiatan ekonomi sering kali kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Anak kecil pun sudah bisa menjadi pelaku ekonomi pada saat dia membeli permen di warung. Itu adalah contoh kecil daripada pelaku ekonomi. Kita tidak akan bisa hidup tanpa melakukan kegiatan ekonomi.
Seperti halnya di pasaran, para penjual menawarkan barang maupun jasa kepada konsumen. Hal ini sangat berkaitan karna produsen tidak akan bisa berdiri sendiri tanpa adanya konsumen. Begitu pula sebaliknya.
Sebagai contoh yaitu pengusaha yg mendirikan restoran keluarga. Di dalam usaha restoran keluarga itu banyak pihak yang terlibat seperti misalnya ayah, ibu, anak, dan lain sebagainya. Pihak-pihak tersebut memiliki peranannya masing-masing. Di dalam usaha tersebut jelas terlihat adanya pelaku ekonomi yg menawarkan suatu pelayanan serta jasa terhadap pelanggan atau konsumen. Pelaku ekonomi terdapat pada banyak tempat, misalnya perusahaan, rumah tangga, pasar dan lain sebagainya. Kegiatan ekonomi seperti ini tidak luput dari permasalahan dimana terkadang produsen berbeda pemikiran dengan para konsumen ataupun distributor. Namun mereka memiliki cara tersendiri untuk mencari jalan keluar terbaik tanpa merugikan salah satu pihak terkait.
- Konsumen : Pihak yang menggunakan atau mengkonsumsi suatu barang atau jasa
- Produsen : Pihak yang memproduksi barang atau jasa
- Distributor : Pedagang yang membeli atau mendapatkan produk barang dagangan dari tangan pertama atau produsen secara langsung, dan lain sebagainya.
Kegiatan ekonomi sering kali kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Anak kecil pun sudah bisa menjadi pelaku ekonomi pada saat dia membeli permen di warung. Itu adalah contoh kecil daripada pelaku ekonomi. Kita tidak akan bisa hidup tanpa melakukan kegiatan ekonomi.
Seperti halnya di pasaran, para penjual menawarkan barang maupun jasa kepada konsumen. Hal ini sangat berkaitan karna produsen tidak akan bisa berdiri sendiri tanpa adanya konsumen. Begitu pula sebaliknya.
Sebagai contoh yaitu pengusaha yg mendirikan restoran keluarga. Di dalam usaha restoran keluarga itu banyak pihak yang terlibat seperti misalnya ayah, ibu, anak, dan lain sebagainya. Pihak-pihak tersebut memiliki peranannya masing-masing. Di dalam usaha tersebut jelas terlihat adanya pelaku ekonomi yg menawarkan suatu pelayanan serta jasa terhadap pelanggan atau konsumen. Pelaku ekonomi terdapat pada banyak tempat, misalnya perusahaan, rumah tangga, pasar dan lain sebagainya. Kegiatan ekonomi seperti ini tidak luput dari permasalahan dimana terkadang produsen berbeda pemikiran dengan para konsumen ataupun distributor. Namun mereka memiliki cara tersendiri untuk mencari jalan keluar terbaik tanpa merugikan salah satu pihak terkait.
Minggu, 20 Maret 2011
Peta Perekonomian Di Pulau Sumatera
Pulau Sumatra, berdasarkan luas merupakan pulau terbesar keenam di dunia. Pulau ini membujur dari barat laut ke arah tenggara dan melintasi khatulistiwa. Di bagian utara pulau Sumatra berbatasan dengan Laut Andaman dan di bagian selatan dengan Selat Sunda. Saat ini pulau Sumatra secara administratif pemerintahan terbagi atas 8 provinsi yaitu : Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu dan Lampung dan 2 provinsi lain yang merupakan pecahan dari provinsi induk di pulau Sumatra yaitu Riau Kepulauan dan Kepulauan Bangka Belitung. Pulau Sumatera merupakan pulau yang kaya dengan hasil bumi. Dari lima provinsi kaya di Indonesia, tiga provinsi terdapat di pulau Sumatera, yaitu provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Riau dan Sumatera Selatan. Hasil-hasil utama pulau Sumatera ialah kelapa sawit, tembakau, minyak bumi, timah, bauksit, batu bara dan gas alam. Dan ini adalah sedikit contoh keadaan geografis, kependudukan, mata pencaharian/perekonomian, serta pariwisata provinsi Riau, yaitu :
- Keadaan Geografis
Luas wilayah provinsi Riau adalah 87.023,66 km². Keberadaannya membentang dari lereng Bukit Barisan sampai Selat Malaka, dengan iklim tropis basah dan rata-rata curah hujan berkisar antara 2000-3000 milimeter per tahun yang dipengaruhi oleh musim kemarau serta musim hujan. Rata-rata hujan per tahun sekitar 160 hari.
- Kependudukan
Jumlah penduduk provinsi Riau berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Riau tahun 2010 sebesar 5.543.031 jiwa. Kabupaten/Kota yang memiliki jumlah penduduk terbanyak adalah Kota Pekanbaru dengan jumlah penduduk 903.902 jiwa, sedangkan Kabupaten/Kota dengan jumlah penduduk terkecil adalah Kabupaten Kepulauan Meranti sebesar 176.371 jiwa.
- Perekonomian
1. Pertanian & perkebunan
Perkebunan yang berkembang adalah perkebunan karet dan perkebunan kelapa sawit, baik itu yang dikelola oleh negara ataupun olehrakyat. Selain itu juga terdapat perkebunan jeruk dan kelapa. Untuk luas lahan perkebunan kelapa sawit saat ini propinsi Riau telah memiliki lahan seluas 1.34 juta hektar. Selain itu telah terdapat sekitar 116 pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) yang beroperasi dengan produksicoconut palm oil (CPO) 3.386.800 ton per tahun.
2. Hutan & ikan
Pembangunan kehutanan pada hakekatnya mencakup semua upaya memanfaatkan dan memantapkan fungsi sumber daya alam hutan dan sumber daya alam hayati lain serta ekosistemnya, baik sebagai pelindung dan penyangga kehidupan dan pelestarian keanekaragaman hayati maupun sebagai sumber daya pembangunan.
3. Industri
Pada provinsi ini terdapat beberapa perusahaan berskala internasional yang bergerak di bidang minyak bumi dan gas serta pengolahan hasil hutan dan sawit. Selain itu terdapat juga industri pengolahan kopra dan karet.
4. Pertambangan
Hasil pertambangan provinsi Riau adalah Minyak bumi, Gas, dan Batu Bara.
- Pariwisata
Provinsi Riau memiliki bermacam-macam kawasan pariwisata alam diantaranya yaitu :
1. Pulau Jemur
Terletak lebih kurang 45 mil dari ibukota Kabupaten Rokan Hilir, Bagansiapiapi, dan 45 mil dari negara tetangga yakni Malaysia.
2. Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT)
TNBT memiliki luas 144.223 Ha, dengan ekosistem hutan hujan tropika dataran rendah (lowland tropical rain forest).
3. Pantai Rupat Utara Tanjung Medang
Berlokasi di Kecamatan Rupat, Pulau Rupat. Kawasan Pantai Pasir Panjang terdiri atas Tanjung Medang, Teluk Rhu dan Tanjung Punak di Kecamatan Rupat dan berhadapan langsung dengan Kota Dumai.
4. Air Terjun Aek Martua
Terletak di kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Rokan Hulu merupakan air terjun bertingkat-tingkat, sehingga sering pula disebut air terjun tangga seribu.
5. Objek Wisata Bono
Terletak di Desa Teluk Meranti, sepanjang Sungai Kampar dan Sungai Rokan.
6. Wisata Bahari di Kabupaten Siak
yaitu Danau Pulau Besar terletak di Desa Zamrud, Kecamatan Siak Sri Indrapura, dengan luas sekitar 28.000 Ha, dan Danau Naga di Sungai Apit. Danau Bawah dan Danau Pulau Besar terletak dekat lapangan minyak Zamrud, Kecamatan Siak.
sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Geografi_Indonesia
http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera
http://riau.bps.go.id/publikasi-online/riau-dalam-angka/bab-1-keadaan-geografis.html-0
http://id.wikipedia.org/wiki/Riau
- Keadaan Geografis
Luas wilayah provinsi Riau adalah 87.023,66 km². Keberadaannya membentang dari lereng Bukit Barisan sampai Selat Malaka, dengan iklim tropis basah dan rata-rata curah hujan berkisar antara 2000-3000 milimeter per tahun yang dipengaruhi oleh musim kemarau serta musim hujan. Rata-rata hujan per tahun sekitar 160 hari.
- Kependudukan
Jumlah penduduk provinsi Riau berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Riau tahun 2010 sebesar 5.543.031 jiwa. Kabupaten/Kota yang memiliki jumlah penduduk terbanyak adalah Kota Pekanbaru dengan jumlah penduduk 903.902 jiwa, sedangkan Kabupaten/Kota dengan jumlah penduduk terkecil adalah Kabupaten Kepulauan Meranti sebesar 176.371 jiwa.
- Perekonomian
1. Pertanian & perkebunan
Perkebunan yang berkembang adalah perkebunan karet dan perkebunan kelapa sawit, baik itu yang dikelola oleh negara ataupun olehrakyat. Selain itu juga terdapat perkebunan jeruk dan kelapa. Untuk luas lahan perkebunan kelapa sawit saat ini propinsi Riau telah memiliki lahan seluas 1.34 juta hektar. Selain itu telah terdapat sekitar 116 pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) yang beroperasi dengan produksicoconut palm oil (CPO) 3.386.800 ton per tahun.
2. Hutan & ikan
Pembangunan kehutanan pada hakekatnya mencakup semua upaya memanfaatkan dan memantapkan fungsi sumber daya alam hutan dan sumber daya alam hayati lain serta ekosistemnya, baik sebagai pelindung dan penyangga kehidupan dan pelestarian keanekaragaman hayati maupun sebagai sumber daya pembangunan.
3. Industri
Pada provinsi ini terdapat beberapa perusahaan berskala internasional yang bergerak di bidang minyak bumi dan gas serta pengolahan hasil hutan dan sawit. Selain itu terdapat juga industri pengolahan kopra dan karet.
4. Pertambangan
Hasil pertambangan provinsi Riau adalah Minyak bumi, Gas, dan Batu Bara.
- Pariwisata
Provinsi Riau memiliki bermacam-macam kawasan pariwisata alam diantaranya yaitu :
1. Pulau Jemur
Terletak lebih kurang 45 mil dari ibukota Kabupaten Rokan Hilir, Bagansiapiapi, dan 45 mil dari negara tetangga yakni Malaysia.
2. Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT)
TNBT memiliki luas 144.223 Ha, dengan ekosistem hutan hujan tropika dataran rendah (lowland tropical rain forest).
3. Pantai Rupat Utara Tanjung Medang
Berlokasi di Kecamatan Rupat, Pulau Rupat. Kawasan Pantai Pasir Panjang terdiri atas Tanjung Medang, Teluk Rhu dan Tanjung Punak di Kecamatan Rupat dan berhadapan langsung dengan Kota Dumai.
4. Air Terjun Aek Martua
Terletak di kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Rokan Hulu merupakan air terjun bertingkat-tingkat, sehingga sering pula disebut air terjun tangga seribu.
5. Objek Wisata Bono
Terletak di Desa Teluk Meranti, sepanjang Sungai Kampar dan Sungai Rokan.
6. Wisata Bahari di Kabupaten Siak
yaitu Danau Pulau Besar terletak di Desa Zamrud, Kecamatan Siak Sri Indrapura, dengan luas sekitar 28.000 Ha, dan Danau Naga di Sungai Apit. Danau Bawah dan Danau Pulau Besar terletak dekat lapangan minyak Zamrud, Kecamatan Siak.
sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Geografi_Indonesia
http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera
http://riau.bps.go.id/publikasi-online/riau-dalam-angka/bab-1-keadaan-geografis.html-0
http://id.wikipedia.org/wiki/Riau
Strategi dan Perencanaan Pembangunan Ekonomi Indonesia Di Masa Yang Akan Datang
Strategi dan perencanaan pembangunan ekonomi indonesia di masa yang akan datang mengacu pada Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) mengamanatkan agar pembangunan wilayah Indonesia dapat dilaksanakan secara seimbang danserasi antara dimensi pertumbuhan dengan dimensi pemerataan, antara pengembangan Kawasan Barat dengan Kawasan Timur Indonesia, serta antara kawasan perkotaan dengan kawasan perdesaan. Hal ini dimaksudkan agar kesenjangan pembangunan antar wilayah dapat segera teratasi melalui pembangunan yang terencana dengan matang, sistematis, dan bertahap. Beberapa strategi tersebut adalah sebagai berikut :
- Kerjasama antar wilayah (antar propinsi, kabupaten maupun kota-kota pantai, antara kawasan perkotaan dengan perdesaan, serta antara kawasan hulu dan hilir) sehingga tercipta sinergi pembangunan kawasan pesisir dengan memperhatikan inisiatif, potensi dan keunggulan lokal, sekaligus reduksi potensi konflik lintas wilayah
- Orientasi pembangunan Indonesia ke depan adalah keunggulan sebagai negara maritim. Wilayah kelautan dan pesisir beserta sumberdaya alamnya memiliki makna strategis bagi pembangunan ekonomi Indonesia,karena dapat diandalkan sebagai salah satu pilar ekonomi nasional.
- Ancaman dan peluang dari globalisasi ekonomi terhadap Indonesia yang terutama diindikasikan dengan hilangnya batas-batas negara dalam suatuproses ekonomi global. Proses ekonomi global cenderung melibatkan banyak negara sesuai dengan keunggulan kompetitifnya seperti sumberdaya manusia, sumberdaya buatan/infrastruktur, penguasaan teknologi, inovasi proses produksi dan produk, kebijakan pemerintah, keamanan, ketersediaan modal,jaringan bisnis global, kemampuan dalam pemasaran dan distribusi global.
Strategi pengembangan wilayah nasional untuk pembangunan ekonomi yang lebih merata dan adil, antara lain:
- Mengembangkan ekonomi daerah dan nasional melalui pengembangan sektor-sektor unggulan
- Mengembangkan kawasan perbatasan sebagai ”beranda depan” negara dan pintu gerbang internasional yang menganut keserasian prinsip-prinsip ekonomi (Prosperity) serta pertahanan dan keamanan (Security).
- Mengembangkan keterkaitan ekonomi antar daerah melalui pengembangan sistem jaringan transportasi yang mencakup sistem jaringan jalan, rel, pelabuhan laut, dan bandar udara yang melayani pengembangan ekonomi kawasan andalan dan kota-kota, sehingga terwujud struktur ruang wilayah nasional yang utuh dan kuat dalam kerangka negara NKRI.
Sumber :
http://www.penataanruang.net/taru/Makalah/Men_%20101203,Makalah.pdf
- Kerjasama antar wilayah (antar propinsi, kabupaten maupun kota-kota pantai, antara kawasan perkotaan dengan perdesaan, serta antara kawasan hulu dan hilir) sehingga tercipta sinergi pembangunan kawasan pesisir dengan memperhatikan inisiatif, potensi dan keunggulan lokal, sekaligus reduksi potensi konflik lintas wilayah
- Orientasi pembangunan Indonesia ke depan adalah keunggulan sebagai negara maritim. Wilayah kelautan dan pesisir beserta sumberdaya alamnya memiliki makna strategis bagi pembangunan ekonomi Indonesia,karena dapat diandalkan sebagai salah satu pilar ekonomi nasional.
- Ancaman dan peluang dari globalisasi ekonomi terhadap Indonesia yang terutama diindikasikan dengan hilangnya batas-batas negara dalam suatuproses ekonomi global. Proses ekonomi global cenderung melibatkan banyak negara sesuai dengan keunggulan kompetitifnya seperti sumberdaya manusia, sumberdaya buatan/infrastruktur, penguasaan teknologi, inovasi proses produksi dan produk, kebijakan pemerintah, keamanan, ketersediaan modal,jaringan bisnis global, kemampuan dalam pemasaran dan distribusi global.
Strategi pengembangan wilayah nasional untuk pembangunan ekonomi yang lebih merata dan adil, antara lain:
- Mengembangkan ekonomi daerah dan nasional melalui pengembangan sektor-sektor unggulan
- Mengembangkan kawasan perbatasan sebagai ”beranda depan” negara dan pintu gerbang internasional yang menganut keserasian prinsip-prinsip ekonomi (Prosperity) serta pertahanan dan keamanan (Security).
- Mengembangkan keterkaitan ekonomi antar daerah melalui pengembangan sistem jaringan transportasi yang mencakup sistem jaringan jalan, rel, pelabuhan laut, dan bandar udara yang melayani pengembangan ekonomi kawasan andalan dan kota-kota, sehingga terwujud struktur ruang wilayah nasional yang utuh dan kuat dalam kerangka negara NKRI.
Sumber :
http://www.penataanruang.net/taru/Makalah/Men_%20101203,Makalah.pdf
Selasa, 15 Februari 2011
Penjelasan Sistem Perekonomian Dan Sejarah Sistem Ekonomi Indonesia
1. Penjelasan Sistem Perekonomian
Sistem perkonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.
2. Sejarah Sistem Ekonomi Indonesia
Berdasarkan pengalaman sejarah, sistem ekonomi pasar selalu mengalami pasang surut yang dapat digambarkan dalam sebuah kurva konjungtur ekonomi. Kurva tersebut terdiri dari beberapa bagian, antara lain: masa pertumbuhan, masa puncak kemakmuran (peak of wealth), masa kemunduran, masa keterpurukan (peak of crises). Setelah krisis dapat teratasi, maka akan disambung dengan masa pemulihan (recovery), pertumbuhan, dan seterusnya hingga membentuk seperti gelombang sinus.
Ditinjau dari periode waktunya, masing-masing babak memiliki durasi yang hampir konsisten, yaitu membentuk siklus waktu yang relatif tidak jauh berbeda antara gelombang satu dengan lainnya. Oleh karena itu, gabungan dari gelombang-gelombang siklus ekonomi tersebut dapat ditarik menjadi kesimpulan yang dikenal dengan konjungtur perekonomian.
Berdasarkan pengalaman sejarah Indonesia sejak era kemerdekaan sampai sekarang, panjang gelombang tersebut dapat dikategorikan dalam gelombang jangka pendek (tujuh tahunan) dan gelombang jangka panjang (35 tahunan). Gelombang jangka pendek tujuh tahunan dapat diringkas sebagai berikut :
1945 - 1952 Ekonomi Perang
1952 - 1959 Pembangunan Ekonomi Nasional
1959 - 1966 Ekonomi Komando
1966 - 1973 Demokrasi Ekonomi
1973 - 1980 Ekonomi Minyak
1980 - 1987 Ekonomi Keprihatinan
1987 - 1994 Ekonomi Konglomerasi
1994 - 2001 Ekonomi Kerakyatan
Masing-masing tahap dalam siklus tersebut telah ditandai dengan ciri-ciri khusus yang tidak terdapat pada periode sebelum dan sesudahnya. Misalnya, pada periode Ekonomi Konglomerasi, periode ini dipicu oleh liberalisasi sektor perbankan, yang disusul dengan tumbuhnya imperium usaha konglomerasi yang bermunculan seperti cendawan di musim hujan.
ISU GLOBALISASI
Salah satu refleksi dari kegagapan bangsa Indonesia dalam menyikapi sejarah ekonominya adalah ketika dihadapkan pada isu santer yang dikenal dengan globalisasi, yang di dalamnya terkandung sejumlah obsesi, tantangan, konsekuensi, dan harapan akan kehidupan di masa depan. Globalisasi ekonomi hanya membuat makmur sebagian kecil orang (atau negara) di dunia ini, tetapi lebih banyak orang (bangsa/negara) yang dibuat susah, repot dan capek.
KRISIS EKONOMI
Di tengah dinamika ekonomi global yang terus-menerus berubah dengan akselerasi yang semakin tinggi sebagaimana digambarkan di atas, Indonesia mengalami terpaan badai krisis yang intensitasnya telah sampai pada keadaan yang nyaris menuju kebangkrutan ekonomi.
Krisis ekonomi - yang dipicu oleh krisis moneter - beberapa waktu yang lalu, paling tidak telah memberikan indikasi yang kuat terhadap tiga hal.
Pertama, kredibilitas pemerintah telah sampai pada titik nadir. Penyebab utamanya adalah karena langkah-langkah yang ditempuh pemerintah dalam merenspons krisis selama ini lebih bersifat "tambal-sulam", ad-hoc, dan cenderung menempuh jalan yang berputar-putar.
Kedua, rezim Orde Baru yang selalu mengedepankan pertumbuhan (growth) ekonomi telah menghasilkan crony capitalism yang telah membuat struktur perekonomian menjadi sangat rapuh terhadap gejolak-gejolak eksternal. Industri manufaktur yang sempat dibanggakan itu ternyata sangat bergantung pada bahan baku impor dan tak memiliki daya tahan. Sementara itu, akibat "dianak-tirikan", sektor pertanian pun juga tak kunjung mature sebagai penopang laju industrialisasi. Yang saat itu terjadi adalah derap industrialisasi melalui serangkaian kebijakan yang cenderung merugikan sektor pertanian. Akibatnya, sektor pertanian tak mampu berkembang secara sehat dalam merespons perubahan pola konsumsi masyarakat dan memperkuat competitive advantage produk-produk ekspor Indonesia.
Ketiga, rezim yang sangat korup telah membuat sendi-sendi perekonomian mengalami kerapuhan. Secara umum, segala bentuk korupsi akan mengakibatkan arah alokasi sumber daya perekonomian menjurus pada kegiatan-kegiatan yang tidak produktif dan tidak memberikan hasil optimum. Dalam kondisi seperti ini pertumbuhan ekonomi memang sangat mungkin terus berlangsung, bahkan pada intensitas yang relatif tinggi. Namun demikian, sampai pada batas tertentu pasti akan mengakibatkan melemahnya basis pertumbuhan.
Hancurnya kredibilitas pemerintah yang dibarengi dengan tingginya ketidakpastian itu telah menyebabkan terkikisnya kepercayaan (trust). Yang terjadi dewasa ini tidak hanya sekadar pudarnya trust masyarakat terhadap pemerintah dan sebaliknya, melainkan juga antara pihak luar negeri dengan pemerintah, serta di antara sesama kelompok masyarakat. Yang terakhir disebutkan itu tercermin dengan sangat jelas dari keberingasan massa terhadap simbol-simbol kekuasaan serta kemewahan dan terhadap kelompok etnis Cina, seperti yang dikenal dengan peristiwa Mei 1998.
Sementara itu, krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dapat dilihat dari respons masyarakat yang kerap kali berlawanan dengan tujuan kebijakan yang ditempuh pemerintah. Misalnya, kebijakan pemerintah yang seharusnya berupaya menggiring ekspektasi masyarakat ke arah kanan, justru telah menimbulkan respons masyarakat menuju ke arah kiri, dan sebaliknya. Faktor lainnya adalah semakin timpangnya distribusi pendapatan dan kekayaan, sehingga mengakibatkan lunturnya solidaritas sosial.
Sumber :
http://banking.blog.gunadarma.ac.id/2010/04/05/pengertian-dan-penjelasan-sistem-perekonomian/
http://www.ekonomirakyat.org/edisi_3/artikel_4.htm
Sistem perkonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.
2. Sejarah Sistem Ekonomi Indonesia
Berdasarkan pengalaman sejarah, sistem ekonomi pasar selalu mengalami pasang surut yang dapat digambarkan dalam sebuah kurva konjungtur ekonomi. Kurva tersebut terdiri dari beberapa bagian, antara lain: masa pertumbuhan, masa puncak kemakmuran (peak of wealth), masa kemunduran, masa keterpurukan (peak of crises). Setelah krisis dapat teratasi, maka akan disambung dengan masa pemulihan (recovery), pertumbuhan, dan seterusnya hingga membentuk seperti gelombang sinus.
Ditinjau dari periode waktunya, masing-masing babak memiliki durasi yang hampir konsisten, yaitu membentuk siklus waktu yang relatif tidak jauh berbeda antara gelombang satu dengan lainnya. Oleh karena itu, gabungan dari gelombang-gelombang siklus ekonomi tersebut dapat ditarik menjadi kesimpulan yang dikenal dengan konjungtur perekonomian.
Berdasarkan pengalaman sejarah Indonesia sejak era kemerdekaan sampai sekarang, panjang gelombang tersebut dapat dikategorikan dalam gelombang jangka pendek (tujuh tahunan) dan gelombang jangka panjang (35 tahunan). Gelombang jangka pendek tujuh tahunan dapat diringkas sebagai berikut :
1945 - 1952 Ekonomi Perang
1952 - 1959 Pembangunan Ekonomi Nasional
1959 - 1966 Ekonomi Komando
1966 - 1973 Demokrasi Ekonomi
1973 - 1980 Ekonomi Minyak
1980 - 1987 Ekonomi Keprihatinan
1987 - 1994 Ekonomi Konglomerasi
1994 - 2001 Ekonomi Kerakyatan
Masing-masing tahap dalam siklus tersebut telah ditandai dengan ciri-ciri khusus yang tidak terdapat pada periode sebelum dan sesudahnya. Misalnya, pada periode Ekonomi Konglomerasi, periode ini dipicu oleh liberalisasi sektor perbankan, yang disusul dengan tumbuhnya imperium usaha konglomerasi yang bermunculan seperti cendawan di musim hujan.
ISU GLOBALISASI
Salah satu refleksi dari kegagapan bangsa Indonesia dalam menyikapi sejarah ekonominya adalah ketika dihadapkan pada isu santer yang dikenal dengan globalisasi, yang di dalamnya terkandung sejumlah obsesi, tantangan, konsekuensi, dan harapan akan kehidupan di masa depan. Globalisasi ekonomi hanya membuat makmur sebagian kecil orang (atau negara) di dunia ini, tetapi lebih banyak orang (bangsa/negara) yang dibuat susah, repot dan capek.
KRISIS EKONOMI
Di tengah dinamika ekonomi global yang terus-menerus berubah dengan akselerasi yang semakin tinggi sebagaimana digambarkan di atas, Indonesia mengalami terpaan badai krisis yang intensitasnya telah sampai pada keadaan yang nyaris menuju kebangkrutan ekonomi.
Krisis ekonomi - yang dipicu oleh krisis moneter - beberapa waktu yang lalu, paling tidak telah memberikan indikasi yang kuat terhadap tiga hal.
Pertama, kredibilitas pemerintah telah sampai pada titik nadir. Penyebab utamanya adalah karena langkah-langkah yang ditempuh pemerintah dalam merenspons krisis selama ini lebih bersifat "tambal-sulam", ad-hoc, dan cenderung menempuh jalan yang berputar-putar.
Kedua, rezim Orde Baru yang selalu mengedepankan pertumbuhan (growth) ekonomi telah menghasilkan crony capitalism yang telah membuat struktur perekonomian menjadi sangat rapuh terhadap gejolak-gejolak eksternal. Industri manufaktur yang sempat dibanggakan itu ternyata sangat bergantung pada bahan baku impor dan tak memiliki daya tahan. Sementara itu, akibat "dianak-tirikan", sektor pertanian pun juga tak kunjung mature sebagai penopang laju industrialisasi. Yang saat itu terjadi adalah derap industrialisasi melalui serangkaian kebijakan yang cenderung merugikan sektor pertanian. Akibatnya, sektor pertanian tak mampu berkembang secara sehat dalam merespons perubahan pola konsumsi masyarakat dan memperkuat competitive advantage produk-produk ekspor Indonesia.
Ketiga, rezim yang sangat korup telah membuat sendi-sendi perekonomian mengalami kerapuhan. Secara umum, segala bentuk korupsi akan mengakibatkan arah alokasi sumber daya perekonomian menjurus pada kegiatan-kegiatan yang tidak produktif dan tidak memberikan hasil optimum. Dalam kondisi seperti ini pertumbuhan ekonomi memang sangat mungkin terus berlangsung, bahkan pada intensitas yang relatif tinggi. Namun demikian, sampai pada batas tertentu pasti akan mengakibatkan melemahnya basis pertumbuhan.
Hancurnya kredibilitas pemerintah yang dibarengi dengan tingginya ketidakpastian itu telah menyebabkan terkikisnya kepercayaan (trust). Yang terjadi dewasa ini tidak hanya sekadar pudarnya trust masyarakat terhadap pemerintah dan sebaliknya, melainkan juga antara pihak luar negeri dengan pemerintah, serta di antara sesama kelompok masyarakat. Yang terakhir disebutkan itu tercermin dengan sangat jelas dari keberingasan massa terhadap simbol-simbol kekuasaan serta kemewahan dan terhadap kelompok etnis Cina, seperti yang dikenal dengan peristiwa Mei 1998.
Sementara itu, krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dapat dilihat dari respons masyarakat yang kerap kali berlawanan dengan tujuan kebijakan yang ditempuh pemerintah. Misalnya, kebijakan pemerintah yang seharusnya berupaya menggiring ekspektasi masyarakat ke arah kanan, justru telah menimbulkan respons masyarakat menuju ke arah kiri, dan sebaliknya. Faktor lainnya adalah semakin timpangnya distribusi pendapatan dan kekayaan, sehingga mengakibatkan lunturnya solidaritas sosial.
Sumber :
http://banking.blog.gunadarma.ac.id/2010/04/05/pengertian-dan-penjelasan-sistem-perekonomian/
http://www.ekonomirakyat.org/edisi_3/artikel_4.htm
Langganan:
Postingan (Atom)